Saturday, December 02, 2017

Saturday, December 02, 2017
3




Buat kalian yang pernah nonton Narcos atau pernah dengan mengenai Pablo Escobar, pasti nama Medellin tidaklah asing. Begitu juga bagi kalian yang pernah belajar mengenai arsitektur atau tata kota, Medellin pasti membuat kalian kagum.

Apa sih Medellin itu? Kenapa begitu menarik untuk dibahas?

Medellin adalah ibukota departamento (propinsi) Antioquia, sekaligus kota terbesar ketiga secara area dan juga kota terbesar kedua secara populasi di Kolombia, dengan input ekonomi terbesar setelah Bogota. Dulunya, pada tahun 80-90an akhir Medellin terkenal sebagai kota paling berbahaya di dunia. Gangster, dan kartel narkotik menjadi alasannya. Kota ini juga menduduki peringkat pertama dengan jumlah persentase pembunuhan paling tinggi ada jaman tersebut. Wajar saja, karena kartel no 1 paling berbahaya di dunia adalah Kartel Medellin, namanya tersebutpun diambil dari nama kota ini. Organisasi tersebut adalah organisi paling berbahaya yang dikepalai Pablo Escobar.
[Foto Pablo]
Pablo Escobar, kiri: asli, kanan: yang dari film serie "Narcos"
Namun itu adalah masa lalu, cerita tahun 90an. Medellin yang sekarang sudah beda. Medellin telah bertansformasi dari kota terseram di dunia menjadi salah satu kota paling inovatif versi Innovative City of the Year oleh The Wall Street Journal, mengalahkan New York dan Tel Aviv.

Meskipun bukan Ibukota dari Kolombia, Medellin adalah satu-satunya kota yang memiliki MRT berupa metro yang berintregerasi dengan teleferico (kereta gantung). Kendaraan inilah yang membuat Medellin lebih hidup dibandingkan kota lainnya. Pada saat saya mengunjungi Medellin, mereka sedang membangung trem yang akan beroperasi dalam watu dekat. Yang saya suka adalah harga transport disini sama rata, yaitu COP 2.000 alias IDR 10.000. (Harga 2015)


Metro Medellin, tampak dalam

Teleferico aka Cable Car aka Kereta Gantung

Selain itu Medellin dikenal sebagai City of Eternal Spring, karena cuacanya sangat sejuk dan nyaman sepanjang tahun. Kombinasi iklim Kolombia yang tidak memiliki 4 musim dan Medellin terletak di ketinggian 1500 mdpl, menjadi penyebabab utamanya.



Stay di Poblado
Nah, ketika di Medellin, saya stay di Poblado. Poblado adalah sebuah pemukiman dimana terdapat banyak penginapan-penginapan murah. Di daerah ini, terdapat dua taman, yang pertama adalah Parque Banda, yang biasa dijadikan tempat nonton konser live, dan tempat berkumpul anak-anak muda Medellin. Yang kedua adalah Parque Lleras, sebuah taman yang dikelilingi berbagai club malam dan bar, notabene menjadi tempat party-nya anak anak muda Medellin.

Orang dan Makanan
Orang-orang Medellin ini disebut Paisa.Paisa memiliki kebanggan tersediri, dan terkenal sebagai pekerja keras. Mereka juga memiliki aksen yang khas. Konon, banyak orang Kolombia tidak menyukai ke-jumawaan orang Paisa, dan orang Paisa sadar akan hal itu.Selain kebanggaannya itu, wanita paisa dikenal sebagai wanita-wanita cantik dan body bahenol. Ada yang natural, namun banyak juga yang buatan. Sekedar info saja, di Medellin ini level operasi plastik untuk payudara dan bokongnya tertinggi di Amerika Selatan.
Paisas menurut Pinterest


Orang-orang Paisa ini memiliki makanan khas yang disebut Bandeja Paisa. Bandeja Paisa adalah satu sajian yang ukurannya cukup lebay yang terdiri dari kacang merah, nasi putih, carne molida (daging ), chicharrón, telur goreng, pisang raja (plátano maduro), chorizo (sosis), arepa (mirip perkedel dagung), alpukat dan lemon.



Free Walking Tour
Saya tiba di Medellin pagi hari, dan pada saat itu juga saya mengikuti free walking Tour sebagai agenda Hari pertama di Medellin. Dengan hasil googling "free walking tour", akhirnya kami, saya dan dua orang teman saya yang di Medellin sejak beberapa hari yang lalu, menemukan walking tour yang bisa dibilang salah satu paling keren selama di Kolombia. Guide saya bernama Pablo, tapi dia bukan Pablo Ecobar. Pablo adalah guide yang hebat, dalam durasi 3-4 jam dia bisa menjelaskan sejarah, latar belakang, Pablo Escobar, makanan, transformasi, cerita dan banyak hal mengenai Medellin dan Kolombia. Pablo sangat antusias dan kami sebagai peserta tour bisa melihat semangatnya ketika membawakan tour.


Tour dimulai dari stasiun Alpujarra, lalu melewat beberapa gedung pemerintahan dan juga Monumento a la raza, monumen yang menceritakan sejarah Antioquia.
Dari Alpujara kami menuju Parque de las Luces, atau Taman Cahaya.
Di mana terdapat instalasi seni modern ini terdiri dari 300 pilar dan lampu lantai.

Parque de las luces

Kami berhenti sejenak di jalan Carabobo (yang berarti wajah bodoh) dan diceritakan bahwa di Medellin terdapat banyak renovasi gedung-gedung yang memang sengaja dibangun oleh pemerintah sebagai simbol dan juga perubahan secara fisik. Ada banyak gedung fasilitas publik seperti taman, rumah singgah, perpustakaan yang dulunya adalah tempat yang sangat dikunjungi orang, karena tempat tersebut biasanya adalah tempat melakukan drugs, transaksi dan berhubungan erat dengan kekerasan.

Lalu dilanjutkan ke Iglesia de la Veracruz dan Plaza Botero.
Botero diambil dari nama Fernando Botero, seniman terkenal asal Medellin. Dia adalah pelukis dan pematung yang dikenal karyanya akan keunikannya, yaitu dengan figur-figur yang cenderung gemuk. Nah dinamakan Plaza Botero karena di alun-alun ini terdapat 23 patung hasil karya Botero. Saking terkenalnya Botero, konon harga satu patung pahatan dia seharga USD 2 juta! 


Kami juga menjelajah pasar yang bernama Centro Commercial Palacio National atau National Palace Commercial Center dalam bahasa Inggris. Bangunan megah yang dibangun pada tahun 1925 dan terletak pusat kota ini ditransformasikan menjadi pusat perbelanjaan.



Kopi harga suka-suka



Palacio Nacional, terlalu keren untuk jadi pasar


Nah, di luar pasar ini juga terdapat pasar kaget yang bernama Hueco. Selain itu kami juga diceritakan bahwa pasar kaget ini awalnya adalah jalan raya untuk mobil. Namun pada awalnya orang lokal menggunakan sedikit ruang alan tersebut untuk menjajakan dagangannya. Namun seiring dengan waktu, dalam kurun waktu bertahun tahun, para pedagang tersebut makin kesini, makin menjajah jalan raya tersebut. Alhasil jalan raya untuk mobil tersebut berhasil dikuasai oleh para pedagang. aneh memang..

Kami berhenti di depan Gereja "Iglesia de la Veracruz. Sebuah gereja yang dibangun akhir abad 18. Awalnya gereja ini dibangun karena kebutuhan orang-orang asing yang tinggal di Medellin. 
Cerita unik di gereja ini adalah halaman luarnya banyak terdapat prostitut. Menurut Pablo, hal aneh ini disebabkan karena orang zaman dulu beranggapan kalo abis ke gereja mereka menjadi suci kembali. Makanya setelah itu mereka bisa menikmati dosa seperti bayi yang seperti lahir. Ini baru halaman depannya, ternyata di balik gereja ini ada wilayah prostitusi dan juga wilayah yang dikenal esbagai zona tidak aman. Hal baiknya, dekat dari sini ada tukang kue bunuelo yang enak banget! dan harganya sangat murah, yaitu 500 COP alias 2500 Rupiah!

Tur ini berakhir di sebuah alun-alun kecil yang bernama Bolivar Square.
Bolivar yang dimaksud adalah Simon Bolivar, atau yang dikenal sebagai el libertador, politisi yang penah memimpin pembebesan beberapa wilayah di Amerika Selatan yang sekarang menjadi negara-negara seperti Venezuela, Bolivia, Kolombia, Peru, Panama dan Ekuador. Kalo kalian ngeh, 6 negara tersebut memiliki julukan, yaitu Negara Bolivarian.
Plaza Bolivar

Selama perjalanan, kami juga sempat melihat saksi bisu dari kejahatan Pablo Escobar, yaitu patung ayam karya Botero yang hancur akibat bom yang di pasang kartel. Namun, bukannya di restorasi, patung tersebut maah dibuat replikanya dalam keadaan sempurna. Tujuannya biar generasi selanjutnya dapat melihat langsung apa yang pernah terjadi di Medellin.


kiri: terkena bom, kanan: replika


Sejujurnya tour ini adalah tour yang sangat baik dan keren! Bahkan terhitung sangat recommended untuk ukuran free walking tour. Kalo kamu sempat ke Medellin, saya sarankan untuk mencobanya.





Carabobo





Rafael Uribe Palace of Culture
Pablo, the guide







Baca juga:
Bucaramanga
Next
This is the most recent post.
Older Post

3 komentar:

  1. *bookmarked* buat nanti ke Medellin. Hihihi

    .: Efi :.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang belom pernah ke Medellin? masa sih..

      Delete
  2. akh waktu ke Medellin gak ikut walking tour... pengen balik lagiii euyyyyy!!! Nice blog anyway. Good job!

    ReplyDelete