Monday, April 10, 2017

Monday, April 10, 2017
3
Bucaramanga adalah sebuah kota yang terletak di timur laut (northeast) Kolombia, tepatnya 8 jam dari Bogota, 4 jam dari Cucuta, kota perbatasan Kolombia dan Venezuela. Kota ini memiliki penduduk kurang dari 1 juta, dan memiliki banyak taman, sehingga disebut sebagai Ciudad de Los Parques, yang artinya kota taman. Kurang lebih, itulah informasi yang saya dapat dari om Google tentang Bucaramanga.

Namun Bucaramanga lebih itu, kota kecil ini memiliki banyak tempat yang membuat kenangan baik untuk saya, dan mungkin juga untuk teman-teman saya. Mari kita bahas kota yang namanya mungkin baru kalian pernah dengar sepanjang hidup dari blog ini.
Opini saya ketika tiba di Bucaramanga adalah kota yang panas! Sangat berbeda dengan Bogota yang selalu sejuk sepanjang tahun, Bucaramanga ini kota yang panas, seperti Jakarta. Padahal kota ini memiliki ketinggian 950 m di atas permukaan laut dan sangat jauh dari laut. Pantai terdekat di sinipun letaknya di Santa Marta, kota yang terletak di pantai utara Kolombia, sekitar 474 km dan memakan jarak tempuh 12 jam dari Bucaramanga. Bayangkan, udah jauh-jauh kemari, eh malah ketemu kota panas lagi macam Jakarta. huhuhu...

Kota ini cukup tenang dibandingkan dengan kota lainnya di Kolombia, seperti Bogota dan Medellin. Di sini saya hampir tidak pernah merasakan macet seperti di Jakarta. Namun, hal itulah yang menyebabkan semua orang tidak sabar dalam mengemudi mobilnya, Supir taksipun bekendara seperti anak SMA yang baru mendapatkan pinjaman mobil dari orang tua. Ngebut seperti orang kegirangan dan terkesan asal-asalan!

Di samping itu, orang-orang Bucaramanga sangatlah ramah kepada siapapun, dan cenderung tidak rasis. Mereka memiliki sebutan Bumanges (cowok) dan Bumanguesa (cewek), dan dikenal dengan aksennya yang sedikit agak teriak, seperti orang Batak kalau di Indonesia.
Bisa dibilang di sini tempat yang baik untuk belajar bahasa Spanyol, kenapa? Karena di sini hampir mustahil menemukan orang yang bisa bahasa Inggris. Bisa dibilang cuma foreigner dan guru bahasa Inggris yang bisa berbahasa Inggris! Bahkan sesama anak pertukaran pelajarpun kami menggunakan bahasa Spanyol.

Buat yang laki-laki, Bucaramanga mungkin mempunya daya tarik sendiri karena kota ini dikenal sebagai gudangnya wanita-wanita cantik dan bahenol. di sini dikenal cantik, Ditambah karena cuacanya yang panas, wanita-wanita cenderung menggunakan baju terbuka, tidak seperti di Bogota yang dingin, Meski begitu wanita di Bucaramanga terkenal sebagai wanita berani, kerasa dan bossy di dari seluruh Kolombia! Lucu ya! Hal ini tentu berbeda dengan perspektif kaum hawa mengenai cowok Bucaramanga. Bagi mereka, penampakan cowok-cowok Bogota kayaknya jauh lebih keren baik dalam sisi penampilan dan behaviour. Yang ngomong ini bukan hanya saya lho, tapi juga orang-orang Kolombia, Indonesia, dan juga orang asing lainnya. Kesukaan Bumanguesos adalah party dan bailar aka dance aka menari. Hampir tidak ada orang yang tidak bisa menari dengan baik. Sungguh!

Di sini, saya tinggal bersama keluarga pemilik kos dan teman kos saya. Keluarga pemilik kosnya terdiri dari Luz, Carlos dan anaknya Sebastian. Mereka adalah keluarga asli Kolombia. Sedangkan teman kos saya bernama Nick, orang Inggris yang sudah tinggal di Kolombia kurang lebih 1 tahun (pada saat itu). Saya teringat pada saat pertama kali bertemu, Nick pernah bilang bahwa dia kenal dengan Ibu Dubes Indonesia. Lah kok bisa? Ternyata dia pernah menjadi penerjemah Bahasa Spanyol-Bahasa Inggris ketika bu dubes melakukan kunjungan ke Bucaramanga. Lucunya, meski kita sama-sama bisa berbahasa Inggris, kita selalu berbahasa Spanyol (dengan Spanyol saya yang terbata-bata dan modal nekat) selama di Kolombia.
Coba tebak yang mana orang Inggris, mana Indonesia?
Luz, seorang pemilik kos sekaligus Ibu rumah tangga yang gemar belajar bahasa Inggris, setiap harinya dia selalu mempelajari bahasa Inggris melalui aplikasi duolingo dan menulisnya di sebuah buku. Ternyata, salah satu alasannya adalah kedua anaknya tertuanya menetap di luar negeri, di negara yang menggunakan bahasa Inggris, yang pertama ada di London, Inggris, yang kedua ada di Texas, Amerika Serikat. Saya mengetahuinnya ketika dia rutin melakukan skype dengan keduanya.

Luz, Parasit Numpang, Sebastian
Setelah tinggal lebih dari sebulan, saya menemukan Bucaramanga sebagai kota yang cukup nyaman. Kota ini sangat tenang, namun sangat hidup. Orang-orangnya yang friendly dan reputasi sebagai kota paling aman di Kolombia membuat anggapan buruk kami mengenai hilang secara perlahan. Bucaramanga adalah kota yang sangat bersahabat bagi pejalan kaki, polusinya tidak parah seperti Jakarta, tidak bising, dan sangat hijau. Saya sendiri setiap hari berjalan kaki sejauh 1.5-2 km hanya untuk menuju kampus atau kosan teman, dan itu tidak termasuk pulangnya lho.

Secara keseluruhan, saya merasakan peningkatan kualitas hidup dibandingkan dengan di Jakarta. Selain itu, life balance kehidupan kami sebagai mahasiswa benar-benar seimbang. dan memang benar-benar kota yang cocok untuk kami, para mahasiswa, buat belajar dan menjalani kehidupan karena biaya hidupnya tidak semahal di Bogota.
Sebagai gambaran, biaya tempat tinggal di sini sekitar 350.000-600.000 Colombian Peso (setara dengan 1,5-2,5 juta Rupiah) untuk sebuah kamar, biasanya sudah termasuk listrik dan internet. Namun perlu diingat bahwa tempat tinggal ini termasuk di kawasan yang baik, alias harganya cenderung mahal. Alasannya karena kampus kami terletak di kawasan tersebut sehingga tidak lagi memerlukan transportasi.
Untuk makan sehari-hari, berada di kisaran 6.000-9.000 Colombian Peso (setara dengan 30.000 - 45.000 Rupiah). Untuk transportasi, kita bisa menggunakan bus atau taxi. Harga bus sekitar 1.500 Colombian Peso. Di samping itu, adapula bus Metrolinea sebagai Transjakartanya Bucaramanga, bus ini mempunyai cakupan zona yang lumayan jauh walaupun tidak memiliki terlalu banyak tempat, dan harganya sekitar 2.000 Colombian Peso (setara 10.000 Rupiah). Sedangkan Taxi biasanya sekitar 5000-8000 peso sudah hampir mencakup jarak terjauh Bucaramanga. Harga ini sangat murah, mengingat hanya sekitar 25.000-40.000 Rupiah. Hal ini pula yang membuat kami, mahasiswa Indonesia, malas menggunakan bus.
Jika ditotal, pengeluaran kami selama sebulan sekitar 1.000.000-1.300.000 Colombian Peso. Ini tergantung tingkat gaya hidup, tapi kebanyakan dari kami yah segitu. Tentu saja biaya tersebut di luar biaya jalan-jalan. hehee..
Colombian Peso, 1 Peso setara dengan 4,5-5 Rupiah (rate 2015-2017)

Metrolinea

Bucaramanga ini seperti perpaduan hutan dan kota. Di kota ini, kita masih bisa menemukan hutan kota dengan mudah. Selain masih banyak hutan, terdapat pula taman-taman yang indah. Saking banyaknya, terdapat sekitar 160 taman di seluruh Bucaramanga, maka dari itu Bucaramanga mendapat julukan Ciudad de Los Parques yang artinya Kota Taman-Taman. Taman yang yang kenal di antaranya adalah Parque de Los Niños, Parque de San Pio, Parque Santander,  Parque Garcia Rovira, Parque de Las Palmas dan Parque San Francisco. Di kota ini kita bisa jalan kaki hingga 2 km dengan tidak terlalu lelah, karena trotoarnya yang lebar, dan polusinya tidak terlalu gila seperti di Jakarta.


Parque Garcia Rovira

Parque de los niños


aki-aki nongkrong di taman
Di Bucaramanga, terdapat 2 kawasan pusat keramaian yang paling terkenal, yaitu Cabecera dan Cañaveral. Dua kawasan tersebut dikenal zonanya kehidupan anak muda, kafe dan juga kehidupan malam. Cabecera terletak sangat dekat kampus saya di Bucaramanga, yaitu UNAB.
Di situ terdapat komplek mall perbelajaan yang bernama Etapa 1 hingga Etapa 5, jadi seperti komplek kafe dan mall. Di dekat situ, terdapat sebuah kawasan yang berisi banyak bar yang dikenal sebagai Cuadra Picha. Cuadra Picha ini tempatnya anak-anak muda Bucaramanga nongkrong dan party sampai bego.
Quinta Etapa, Cabecera
Cuadra Picha

Di luar itu, Bucaramanga juga punya beberapa mall besar, yang menurut saya pribadi ukurannya sangat besar untuk kota dengan populasi sekitar 2.5 juta (Bucaramanga dan Metronya). Mall-mall besar tersebut diantaranya adalah Mall Cañaveral dan Mall Caracolí yang menyambung satu sama lain, serta mall Cacique yang berada dekat dengan kawacan Caberra.

Tidak hanya mall, pasar tradisional di Bucaramangapun menjadi salah satu tempat favorit saya untuk di kunjungi, diantaranya ada La Plaza de Mercado Central dan San Andresito. Nah kedua pasar ini adalah tempat terbaik untuk mencari oleh-oleh Kolombia dan sesuatu yang khas tentang Kolombia, seperti sombrero, hammock, rokok tembakau, aguardiente, dll. 
Mall Cacique
Mall Caracoli (1 bulan menjelang natal)
James aja belanja di sini


Berandanya Mercado Central

Tukang buah di dalam pasar Mercado Central

Untuk yang suka jalan-jalan menikmati keindahan alam atau kegiatan outdoor, Bucaramanga merupaklan tempat yang sangat menarik, kenapa? karena Bucaramanga letaknya dikelilingi pegunungan (cordillera), dan hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk tiba di San Gil, pusatnya kegiatan alam di Kolombia. Kamu bisa rafting, parasailing, bungee jumping, air terjun, hiking pegunungan, paramo dan melakukan kegiatan lainnya! Namun, bagian ini akan saya tulis di tulisan berikutnya berhubung Bucaramanga mempúnyai banyak tempat keren yang wajib dikunjungi, hehee...

Bagaimana dengan kampus tempat saya belajar setiap harinya?
Kampus keren bernama Universidad Autonoma de Bucaramanga atau yang bisa disebut UNAB. UNAB adalah kampus swasta yang paling penting dan terbaik di provinsi Santander. Kampus ini memiliki 3 sede alias headquarter alias gedung kampus. Kampus utamanya terletak di El Jardin (The Garden) yang sangat dekat dengan kawasan Cabecerra, bisa dibilang tempat ini adalah pusatnya keramaian di Bucaramanga. Kampus ini sangat autentik karena dikelilingi dengan hutan, pohon-pohon di dalamnya. Benar-benar eco campus!
Yang kedua, adalah Centro de Servicios Universitarios (CSU)! CSU ini terletak di Terrazas, dekat kosan saya, yaitu cukup jalan kaki kurang dari 5 menit. UNAB Terrazas ini adalah sport center dan pusatnya ekstrakurikuler mahasiswa. Terdiri dari banyak kelas, laboratorium, lapangan basket, sepakbola, tenis, taman, gym, dan studio musik yang semuanya gratis untuk digunakan. Ini salah satu tempat favorit saya selama di Kolombia.
Sedangkan yang ketiga namanya Kampus El Bosque (The Forest) yang terletak di kawasan Floridablanca, dekat Cañaveral. Lokasi kampus ketiga ini sangat jauh dari kedua kampus yang sebelumnya saya sebutkan. Kampus ini dikhususkan untuk mahasiswa jurusan kedokteran dan keperawatan, dan letaknya memang sangat dekat dengan rumah sakit-rumah sakit paling penting dan terbaik di Bucaramanga. Silahkan di buka deh video tentang kampusnya..
Kampus UNAB


Wong Indonesia di UNAB
Los Intercambios aka Exchangers






Ngomong-ngomong soal event, Bucaramanga juga tidak kalah dibandingkan dengan kota lainnya. Bucaramanga juga memiliki komunitas traveling yang asyik. Hanya saja kedua hal berikut akan saya bahas di artikel selanjutnya..hehee...






Bucaramanga, Kota Sukacita





Next
This is the most recent post.
Older Post

3 komentar:

  1. Wah pengin dong main ke Bucaramanga, siapa tahu nemu jodoh di sana. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan ayoo kesana, tapi ribet nanti kalo udah baper. ada teman saya yang dapat orang sana, pusing kesana atau bawa pulang si dianya. hehee..

      Delete
  2. Indah ya!
    Nunggu posting tentang tempat wisata di Bucaramanga nih, soalnya pusat kotanya saja sudah menarik banget :D

    ReplyDelete