Monday, November 21, 2016

Monday, November 21, 2016
Click here to read in English (Translated by Google)

Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia, yang lebih dikenal sebagai kotanya Pablo Escobar dahulu dan juga kota paling innovatif sekarang ini terletak di Departemen Antioquia. Selain kota Medellin, ternyata Antioquia juga memiliki tempat keren yang wajib dikunjungi. Tempat tersebut adalah Guatape dan el Peñol atau yang biasa juga disebut la Piedra. Wajib, kudu, mesti!

Dari Medellin kita menuju sebuah kota wisata yang bernama Guatape. Bersama dengan Sawita, Gong, Oliver dan temannya, Stephanie, kami menuju tempat tersebut menggunakan mobil Oliver dan diantarkan dengan cuma-cuma. Alhamdulillah..rejeki anak sholeh. Kita sangat beruntung karena selama perjalanan hujan deras terus berlangsung, kebayang bagaimana ribetnya jika menggunakan transportasi umum.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Bolivar Park yang terletak pinggir jalan sebelum Old Peñol. Kami menyempatkan diri untuk berhenti disini karena terdapat sebuah upacara agama. 



Old Peñol adalah sebuah replika kota Peñol yang sengaja dilestarikan untuk mengenang kota yang dilanda banjir pada akhir 1970-an dalam rangka pembuatam bendungan Penol-Guatapé.
Ketika kompleks pembangkit listrik tenaga air megah tersebut dibangun, megaproyek ini memberikan dampak besar pada pembangunan sosial, ekonomi, politik, lingkungan dan budaya di wilayah ini. Melalui pembangunan bendungan ini, Guatapé menjadi salah satu pusat penghasil listrik di Kolombia. Satu-satunya yang tersisa dari kota lama original hanyalah tiang salip di puncak gereja. Di replika kota tua ini, pengunjung dapat melihat replika situs penting seperti gereja dan balai kota. 






Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba di sebuah kota kecil yang bernama Guatape. Nama Guatape diambil dari nama seorang Cacique (kepala suku) yang mengendalikan tempat tersebut pada abad ke 16, disaat tempat ini masih ditempati suku pribumi. Guatape sendiri artinya adalah batu dan air dalam bahasa Quecha. Sebelum memasuki kota kecil Guatape, kami menyusuri sebuah bendungan yang menjadi pembangkit listrik bagi departmen Antioquia. Dengan menggunakan sebuah ferry, kami berlayar mengelilingi danau buatan yang indah ini. Diantara pulau-pulau kecil ini kami juga melihat sebuah rumah yang dimiliki Pablo Escobar. 





Setelah puas "maen aer", kami segera menelurusi pueblo ini. Guatape adalah desa kolonial kecil (pueblo) yang setiap bangunan rumahnya memiliki hiasan dan dekorasi mural disepanjang tembok bagian bawahnya. Hiasan ubin/relief tersebut memiliki warna cerah dan timbul seperti efek 3 dimensi. Konon gambar-gambar relief tersebut  budaya warisan pertanian masyarakat.









At least but not least, sore harinya kami mengunjungi El Peñol yang juga dikenal sebagai la Piedra (Si Batu). El Peñol adalah sebuah batu yang sangat besar dan tinggi menyerupai gunung batu. Sebelum jaman kolonial, batu megalitik ini adalah sesembahan bagi orang pribumi disini.
Tiket masuk untuk menaiki batu ini sebesar COP 10.000 (sekitar Rp. 50.000).
Dari atas batu tersebut, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang kerennya luar biasa. Pemandangan sebuah danau dengan banyak pulau kecil seperti di Raja Ampat, akan tetapi pemandangan ini disuguhkan oleh danau. Bahkan mereka berani mengklaim el Peñol sebagai the best view lake in the world!
Untuk mencapai puncak batu tersebut, dibutuhkan tenaga untuk menaiki 700 anak tangga! Tidak usah khawatir, jika lelah kita bisa segera melihat pemandangan danau untuk merecharge kembali tenaga kita. hehee...Semakin tinggi posisi kita berdiri, semakin indah pemandangan yang dapat kita lihat.
Dan akhirnya kami disuguhkan pemandangan yang spektakuler dari ketinggian 2.135m dpl...




















0 komentar:

Post a Comment