Monday, October 24, 2016

Monday, October 24, 2016
2

Postingan ini adalah lanjutan dari Perjalanan Darat Kota Kinabalu-Bandar Seri Begawan

Setelah mendapatkan 8 cap di passport dalam 1 hari, kami berhasil tiba di Bandar Seri Begawan yang juga menjadi ibukota Brunei Darussalam. Bus kami berhenti tepat di sebuah bus Damri jurusan Pontianak-Bandar Seri Begawan. Agak aneh sepertinya melihat bus Damri di Brunei ini karena tulisannya bukan lagi AKAP (antar kota antar provinsi) melainkan (AAN (antar lintas negara).
kakisamson brunei


kakisamson bruneikakisamson brunei



Begitu turun dari Bus antar negara, kami segera bersiap-siap kamera untuk mengambil foto di keadaan sekitar. Brunei cukup membuat kami terkesima! Kotanya yang sangat rapi, namun sepi. Seperti tidak ada kemacetan, benar-benar berbeda sekali dengan Jakarta. Bahkan tidak ada sepeda motor yang terlihat selama kami disana. Sungguh hal yang agak aneh. Tidak hanya itu, gedung-gedung di Brunei tidak kalah unik, semua gedung ada huruf arab melayunya! Huruf arab melayu adalah bahasa melayu yang ditulis dengan aksara Arab, mulai dari Burger King hingga Bank HSBC. Ini mengingatkan saya akan pelajaran Arab gundul.hehee...
kakisamson brunei

kakisamson brunei




A photo posted by Riky Ramadani (@kakisamson) on
Setelah berteduh dari hujan yang sangat deras, kami bergegas menuju penginapan yang terletak di kampung Jerudong. Hotel yang bernama Jeruton Hotel tersebut terletak di luar BSB. Alasan kami memilih hotel tersebut adalah harganya yang sangat murah, hanya 300 ribu Rupiah dan itu adalah akomodasi termurah di sekitar BSB. Walaupun keesokan harinya saya mengetahui tempat yang lebih murah dari hotel tersebut.
kakisamson brunei
Selama perjalanan naik angkot (sebuah van) kami menemukan beberapa hal unik. Ketika memasuki angkot tersebut saya cukup kaget begitu mendengar bahasa Jawa didalam angkot. Bukan dari mulut satu atau dua orang, melainkan 3/4 orang yang berada dalam angkot tersebut adalah orang berbahasa Jawa. Tidak sampai disitu, bahkan kondekturnya adalah seorang Ibu-ibu dengan logat jawa timur yang galak. Terlihat satu orang India dimarahinya karena tidak mau duduk dengan tertib.hahaa....Tarif angkot van ini harganya 1 Dollar/Ringgit, bisa kemana aja! Jauh maupun dekat sama saja. Nama tiketnya kocak pula, yaitu sate naga!

kakisamson brunei
Malamnya kami makan nasi kotok, yaitu nasi bungkus yang berisi lauk seperti ayam goreng atau teluar dadar. Harganya cukup murah, cuma 1 Dollar/Ringgit atau sekitar 10 ribu Rupiah. Harga minumannya juga sama, 1 BND juga. Sepertinya orang Brunei malas ngasih harga, makanya semua dipukul rata jadi 1 BND. heuheu.. Di restoran ini kami lihat anak-anak muda Brunei nongkrong sambil menggunakan vape(rokok elektonik). Ini pertanda jelas bahwa rokok memang dilarang oleh government.

 kakisamson brunei

kakisamson brunei

kakisamson brunei

kakisamson brunei
kalo yang ini dari google, tapi mirip banget aslinya

kakisamson brunei

kakisamson brunei

Keesokan harinya, yaitu hari kedua kami di Bandar Seri Begawan. Kami mengunjungi Kampong Ayer. Kampong Ayer adalah area perkampungan di Bandar Seri Begawan yang berdiri tepat diatas perairan sungai Brunei, area ini diduduki lebih dari 30 ribu penduduk yang membuatnya menjadi the biggest water village in the world!
Dengan membayar 20 BND, mas nahkoda mengajak kami berkeliling sungai yang sekaligus menjadi bagian kampung air selama setengah jam. Uniknya, di Kampong Ayer ini terdapat beberapa warga yang memang sengaja ditugaskan negara untuk tinggal disitu demi mengkonservasi kebudayaan tersebut. Dengan kata lain mereka dibayar hanya untuk tinggal di wilayah tersebut!

                                        

kakisamson brunei

kakisamson brunei

kakisamson brunei

kakisamson brunei

kakisamson brunei



Dari Kampong Ayer, kami pergi menuju Mesjid Sultan Ali Omar Ali Saifudin yang terletak dekat dengan alun-alun. Konon, mesjid megah ini sering diagung-agungkan sebagai mesjid terindah di Asia Pasifik. Nama Omar Ali Saifuddien III diambil dari nama Sultan Brunei ke-28 yang juga memprakarsai pembangunan mesjid megah ini. Mesjid ini seperti dikelilingi sungai dari segala arah, kecuali depannya. Dari tampang samping kita bisa melihat mesjid ini berdampingan dengan bahtera. Sungguh indah!
Namun sayang, didalam mesjid tersebut pengunjung dilarang mengambil foto.


kakisamson brunei




kakisamson brunei

kakisamson brunei

kakisamson brunei



kakisamson brunei

kakisamson brunei




Dan perjalanan pun masih berlanjut....


2 komentar:

  1. Wah.. Menarik melihat entri nya. Boleh kamu sertakan harga bot Kampung Ayer itu sekali?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 20 ringgit bro, disitu udah ditulis 20 BND untuk setengah jam.

      Delete