Sunday, March 20, 2016

Sunday, March 20, 2016
8
Click here to read In English (translated by Google)

Tibalah kami, sekelompok yang terdiri dari 9 orang Indonesia, tengah malam di Bogota. Ibukota Kolombia. Waktu menunjukkan sekitar pukul 12 malam. Situasi di Bandara sangat sepi dan dipenuhi beberapa anjing pendeteksi. Dengan perasaan senang walaupun capek, maklum kami baru saja menjalani flight selama 2 hari dengan flight total lebih dari 40 jam, akhirnya kaki ini menginjakkan dirinya di negeri bernama Kolombia tersebut.


kakisamson colombia bogota

Cuaca di Bogota benar-benar mengejutkan kami, karena yang kami tahu Kolombia ini adalah negeri tropis seperti Indonesia, namun ternyata cuacanya dingin banget! Walaupun saya tahu  ketinggian kota ini berada pada 2.600 mdpl, tetap saja dinginnya lebay. Disambut oleh mas-mas latin ganteng yang membuat peserta cewek terkesima namun kami lupa namanya. Langsunglah kami menuju hotel untuk beristirahat. Akhirnya nyentuh kasur! Bogota hanya kota sepi yang tidak macet pada pukul 12 malam, sangat kontras dengan Jakarta yang biasanya tetap ramai dan banyak orang nongkrong di pinggir jalan.


Jet lag membuat sebagian besar dari kami tidak bisa tidur secara optimal, tidur hanya 1 jam dan 2 jam terbangun, lalu tidur lagi 1 jam dan terbangun lagi 2 jam, begitu seterusnya.





kakisamson colombia bogotakakisamson colombia bogota


Pagi telah tiba dan kami harus mempersiapkan diri untuk opening ceremony yang diselenggarakan oleh pemerintah Kolombia yang terdiri dari Kementrian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, APC dan Pro Colombia. Kami segera bergegas menuju La Candelaria, salah satu top destination di Bogota. Menggunakan bus, kami dapat melihat kehidupan Bogota di pagi hari. Ternyata Bogota merupakan kota yang bersih dan hidup. Terlihat orang-orang berangkat kerja menggunakan jas dan dasi, dan wanita-wanita dengan tampilan modis keren sedang berjalan kaki. Fenomena yang hampir mustahil di lihat di Jakarta. Macetnya Bogotapun masih terbilang sangat wajar bagi kami yang sebagian besar tinggal di Jakarta. Ditambah cuacanya yang dingin, sekitar 8-15°Celcius. Sebuah kombinasi yang menarik untuk ukuran kota tropis. Tidak hanya itu, Bogota juga bisa sebut sebagai kota Graffiti. Terdapat banyak street art yang terbilang sangat keren di sepanjang tembok selama kami menempuh perjalanan.


kakisamson colombia bogota
 Graffiti, ciri khas Bogota


kakisamson colombia bogota
Spot yang bagus untuk berfoto ria, bukan?


Kami bersembilan diturunkan disebuah daerah antik yang bernama La Candelaria. Ternyata La Candelaria ini adalah kota tua Kolombia, disini terdapat banyak gedung kolonial peninggalan Spanyol. Jujur saya cukup terpukau dengan keindahan Kota Tua ini, sungguh berbeda dengan Kota Tua yang dimiliki Jakarta. Baik dari sisi gedung peninggalan maupun perawatannya. Nuansanya seperti alun-alun di Eropa.

Disini kami mengunjungi Instituto Caro y Cuervo yang merupakan penyelanggara program ELE Focalae. Gedung Insituto Caro y Cuervo ini seperti rumah tua khas kolonial Spanyol. Disini kami bercengkrama dengan peserta dari berbagai negara Asia, dan Indonesia menjadi rombongan tersebesar yaitu 9 orang dari sekitar 60 orang yang diwakili 14 negara. Kami juga dikenalkan dengan enaknya buah-buahan segar Kolombia dan minuman seperti cokelat panas dan kopi asli Kolombia.


kakisamson colombia bogotakakisamson colombia bogota ele focalae

Opening Ceremony



Setelah mengunjungi Instituto Jose y Cuervo, kami langsung dialihkan ke gedung Kemetrian Luar Negeri Kolombia. Pada opening ceremony ini kami tidak hanya disambut hangat oleh goverment Kolombia, tapi juga dari government Indonesia. Yup, Ibu Dubes dan rombongannya bersedia menyambut kami di venue tersebut. Senangnya!




kakisamson colombia bogota ele focalaekakisamson colombia bogota ele focalae


kakisamson colombia bogota ele focalae
Ibu Dubes Indonesia di Kolombia

Hal yang paling kami ingat adalah ketika mereka mengenalkan Kolombia kepada peserta dengan menggunakan video clip dari lagu Carlos Vives dan kawan-kawan berjudul La Tierra del Olvido. Siapapun yang melihat video ini pasti akan terkagum-kagum akan keindahan alam Kolombia. Setelah itu kami juga disajikan beberapa makanan khas Kolombia, dan makanan favorite saya adalah Empanada. Empanada adalah roti isi atau pastry panggang yang dibuat dengan melipat adonan patty atau roti disekitar isian. Isian dapat terdiri dari antara lain berbagai daging, keju,jamur, sayuran atau buah-buahan. Enak banget!





kakisamson colombia bogota ele focalaekakisamson colombia bogota ele focalaekakisamson colombia bogota ele focalae
Usai opening ceremony, kami diajak berkeliling La Candelaria dengan berjalan kaki. Hal yang paling memukau adalah momen dimana kami menyentuhkan kaki di Plaza de Bolivar, alun-alun paling indah di Bogota. Tepat ditengah-tengah plaza ini terpampang dengan gagah patung Simon Bolivar, sang Libertador yang membebaskan negara-negara Latin (Kolombia, Venezuela, Peru, Bolivia, Ekuador dan Panama) dari penjajahan Spanyol.
Plaza de Bolivar ini selain luas dan dipenuhi burung-burung merpati yang ramah manusia, juga dikelilingi berbagai gedung bersejarah yang keren dari segala penjuru mata angin. Sekarang ini, gedung-gedung tersebut menjadi kantor government Kolombia.

Selain bercengkerama dengan ribuan merpati, pengunjung bisa menikmati pemandangan gedung-gedung tua bersejarah yang kini difungsikan sebagai kantor pemerintahan di sekitar Plaza.

Kalo di sebelah selatannya ada gedung Capitolio Nacional atau gedung Kongres Kolombia,di utara Plaza Bolivar ini terdapat Palacio de Justicia, sesuai namanya yang berarti Gedung pengadilan alias gedung Mahkamah Agung. Sedangkan di sebelah baratnya terdapat Gedung Lievano yang sekarang menjadi Balai Kota Bogota, dan di sebelah timur terdapat Catedral Primada de Colombia yang merupakan gereja terbesar di Kolombia.


kakisamson colombia bogota ele focalae
kakisamson colombia bogota ele focalae




kakisamson colombia bogota ele focalae
kakisamson colombia bogota ele focalae


kakisamson colombia bogota ele focalae




kakisamson colombia bogota ele focalae
kakisamson colombia bogota ele focalae




Setelah puas mengunjungi area La Candelaria, kami kembali ke hotel melalui rute yang memungkinkan kami melihat kehidupan jalanan di Bogota. Malam harinya kami diajak makan malam bersama tim dari program ELE Focalae dan disambut meriah dengan tarian Cumbia yang menjadi tarian nasional Kolombia. Tim dari KBRI Bogotapun ikut serta dalam acara pelepasan ini. Malam tersebut merupakan farewell pertama kami sebelum dilepas menuju kota masing-masing. Terima kasih Bogota, Colombian goverment, penyelenggara ELE Focalae dan KBRI Indonesia atas penyambutannya yang luar biasa.


Dan, Bucaramangapun menunggu....






kakisamson colombia bogota ele focalae



kakisamson colombia bogota ele focalae










8 komentar:

  1. nice post, lucky you get to visit Colombia! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. It must be Diana malaysia right? Hi, how are you kak? I miss you

      Delete
  2. wah pesona anak indonesia di kolombia mantap mas...semoga indonesia di kenal di sana mantap...

    ReplyDelete
  3. dulu blog ini pernah dibagikan di salah satu grup backpacker di facebook, kan? saya pernah baca2 buat persiapan ke Kolombia. eh, tapi pas cari di grup itu lagi ternyata postingannya udah dihapus. hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. serius? saya malah ga tau.. taunya tiba-tiba jarang ada notif masuk. hahaa..

      Delete
    2. ho oh. coba deh dicek (kalau kepo) hihihi

      Delete
  4. Hey, Iseng - iseng browsing tentang relasi Colombia dan Indonesia dan ketemu sama blog ini, btw saya sekarang tinggal di Cali, Colombia. Tapi selama saya disini belum pernah ketemu sama orang Indonesia ahaha

    ReplyDelete