Monday, June 01, 2015

Monday, June 01, 2015
2

Ada yang tau apakah via ferrata itu?
Via ferrata adalah jalur pendakian yang menggunakan kabel/kawat baja yang membentang di sepanjang rute dan secara berkala yang menempel tetap pada batu. Via ferrata berasal dari bahasa itali yang berarti jalan besi.

Saya sendiri pertama kali mendengar istilah ferrata ketika sedang melakukan pendakian Gunung Kinabalu di Malaysia. Awalnya saya pikir via ferrata adalah nama sebuah rute pendakian di area tersebut. Dan ternyata jalur via ferrata di Gunung Kinabalu aalah jalur via ferrata tertinggi di dunia menurut Guinnes Book Record.


Asal-usul via ferrata diperkirakan terjadi pada abad ke 19, sangat berkaitan dengan Perang Dunia Pertama, awalnya via ferrata dgunakan di wilayah pegunungan Dolomite Italia untuk membantu pergerakan pasukan. 

Dan dalam beberapa tahun terakhir via ferrata dikembangkan untuk tujuan pariwisata yang bertumbuh pesat dan diminati orang-orang. Sekarang terdapat lebih dari 1000 via ferrata yang tersebar di seluruh dunia.. Mayoritas ditemukan di pegunungan Alpen, khususnya di Italia dan Austria.

Nah beruntunglah kita sekarang ini, karena Indonesia baru saja memiliki jaluar via ferrata pertamanya di kawasan Gunung Parang, Purwakarta. Ternyata via ferrata di gunung parang inilah adalah via ferrata pertama di Indonesia, 





Via ferrata di Gunung Parang ini diprakarsai oleh Skywalker. Skywalker adalah organisasi yang sekaligus menjadi operator via ferrata di gunung parang. Setelah berbincang-bincang, ternyata anggota skywalker ini adalah beberapa alumni dari Werdibhuana, pecinta alam SMA 82 Jakarta.

Saya mengetahui via ferrata di tempat ini karena tidak sengaja melihat talkshownya di event outfest, meski hanya sekilas. Pada saat itu mas Bibin sedang menjadi narasumber untuk talkshow mengenai via ferrata. Berhubung saya berminat untuk mencobanya, saya mengontak skywalker via facebook dan menentukan waktu, dan akhirnya kami melakukan via ferrata pada awal bulan Mei 2015. Kali ini saya melakukan kegiatan ini bersama teman les Spanyol di LBI UI, mereka adalah Teguh, Bea dan Ion.

Bagaimana dengan keamanannya?
Via ferrata tergolong kegiatan outdoor yang sangat aman, karena si pendaki harus menggunakan beberapa alat pengaman sebelum melakukan pendakian. Alat-alat tersebut diantaranya adalah harness, helm, carabiner dan juga tali pengaman. Jadi pendaki dapat menempelkan dirinya pada setiap jarak rangka besi, bahkan alat tersebut dapat menahan pendaki walaupun tanpa berpegangan. Meski begitu pendaki juga harus tetap waspada, karena kontrol sepenuhnya berada di tangan pendaki. Bahkan via ferrata ini bisa dilakukan untuk anak berumur 5-6 tahun lho...



Setelah menggunakan helm, harness, dkk. Kami siap untuk menuju tebing tkp!
It's time to being cicakman!




Gunung Parang memiliki tinggi sekitar 900 mdpl. Tetapi kita tidak akan mendaki setinggi 1km keatas. Karena pada awal pendakian, kaki kita sudah menginjak ketinggian 700 mdpl.
Jalur via ferrata ini terdiri dari 3 check point, 50m, 75m dan 125m, rencananya nanti akan dibuat hingga puncak. Hingga saat ini jalur tersebut masih dalam tahap pengembangan.

And.....Inilah beberapa dokumentasi selama kegitan berlangsung!



Ditengah perjalanan, terdapat beberapa check point yang memungkinkan kita untuk beristirahat. Nah disini pula kita bisa makan dan minum. Maka dari itu sangat disarankan membawa makanan dan minuman ketika naik. Tidak hanya itu, cuaca diatas sangatlah panas, jadi cukup menguras tenaga dan membuat kita berkeringat lho..Jadi mendingan bawa air minum yang banyak deh, daripada dehidrasi diatas, soalnya ga ada yang jual makanan diatas.hehehe...
Meskipun begitu kegiatan ini sangatlah fun dan bikin ketagihan, jangan lupa bawa sport cam kalo kamu punya, dijamin fotonya keren!





Nah nanti dipuncak kita akan disajikan pemandangan yang indah, tidak hanya hijau-hijauan dan langit biru, tapi juga terdapat pemandangan waduk jatiluhur yang membentang sangat lebar.
Katanya nanti akan dibuat jembatan dengan menggunakan tali dalam pengembangan jalur selanjutnya.
Seru sekali bukan?

Untuk turunnya, kita bisa menggunakan rappelling (teknik menuruni tebing dengan menggunkan tali) atau via ferrata. Saya ingin mencoba turun menggunakan rappelling, sayangnya hal tersebut tidak dapat dilakukan karena hujan turun dengan sangat deras ketika saya menuruni tebing sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan rappelling. Kegiatan ini memakan 1-2 jam, tergantung kemampuan masing-masing individu. Bagi kalian yang menyukai kegiatan outdoor, saya merekomendasikan untuk mencoba via ferrata. Operator skywalker juga sangat ramah dan baik dalam memandu kegiatan ini.
Anak inipun kegirangan ketika dipuncak.hehee..

entah kenapa ada tulisan ini dipuncak..




2 komentar:

  1. punya contack peraon orang sana ga pengen kesana gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan di Skywalker dengan Bibin (0813 1540 4261, thanks udah baca ya..

      Delete