Alasan Kenapa Harus Naik Gunung Kinabalu

Click here to read the English version

Malaysia, sebuah nama negara yang tetangga yang bila didengar akan menjadi hal sensitif bagi sebagian orang Indonesia. Negara ini memiliki perbatasan darat dengan Indonesia, tepatnya di pulau Kalimantan (Borneo). Nah, di Borneo itu terdapat Gunung Kinabalu yang cukup terkenal di kalangan pendaki.
Dulu saya sempat berpikir, bagaimana seandainya Gunung Kinabalu terletak di bagian Indonesia. pasti akan lebih keren dan jauh lebih menyenangkan bagi orang Indonesia. Namun setelah melakukan pendakian di gunung Kinabalu, saya mendapatkan pandangan berbeda, justru saya bersyukur gunung ini terletak di Malaysia dan dikelola oleh negara tersebut. Kenapa bisa begitu? Mari kita bahas jawabannya dalam beberapa alasan sebagai berikut!

Tertinggi di Borneo
Kalo Sumatera punya Kerinci, Jawa punya Semeru, Lombok punya Rinjani, Kalimantan punya apa?
Beberapa akan meyebut Gunung Bukit Raya dan sebagian menyebut Gunung Kinabalu. Iya, Kalimantan atau yang biasa disebut Borneo memiliki Gunung Kinabalu. Gunung tertinggi di pulau tersebut memiliki tinggi 4095m dpl. Tidak hanya itu, Gunung Kinabalu juga menjadi salah satu UNESCO heritage. Bahkan Malaysia suka mengklaim Kinabalu sebagai gunung tertinggi di Asia Tenggara, meski hal tersebut sebenarnya tidak benar. Di Asia Tenggara masih ada masih memiliki Hkkakabo Razi di Myanmar yang memiliki ketinggian 5881m. Sedangkan Puncak Jaya Wijaya atau yang biasa dikenal Cartenz (4.884m) masuk ke seven summit karena merupakan bagian Oceania.

Finally, Low's Peak! 4.095m above sea level, the highest point in Borneo #trekking #hiking #outdoor #kinabalu #borneo #malaysia #mountain #gunung #adventure #travel #nature #kakisamson #sabhawana #Jalan2man #lifefolkindonesia
A photo posted by riky ramadani (@rikybhonksky) on



Dapat Makanan Enak
Saya yakin, pasti sebagian dari kalian ada yang sering makan mie instan secara berulang ulang ketika melakukan pendakian gunung. Mie lagi mie lagi...aduh.. Namun lain ceritanya kalo kamu melakukan pendakian di Gunung Kinabalu. Kamu engga usah repot-repot masak, bawa kompor dan nesting. Disana kamu akan disediakan makanan oleh pengelola, engga tanggung-tanggung, 5 kali! Diawal pendakian kamu akan diberikan bekal berisi buah dan sandwich. Setelah menyelesaikan pendakian hari pertama, kamu akan mendapatkan makanan di Guesthouse Laban Rata. Kamu engga usah khawatir mengenai kualitas makanannya, disini disediakan banyak makanan enak mulai nasi, steak, telor dadar, ayam goreng, ikan fillet, sereal hingga pencuci mulut macam roti, pancake, pudding dan buah-buahan segar! Minumannyapun tidak kalah menarik, selain air putih disediakan pula teh, susu dan kopi. Hal menarik lainnya adalah semua itu disajikan secara prasmanan aka all you can eat. Jadi engga usah ketakutan kelaparan atau kekurangan gizi, yang ada kamu malah ngalamin perbaikan gizi nantinya.hehehe.....










Ga Perlu Bawa Tenda

Tenda, akomodasi outdoor favorit para pendaki yang beratnya sekitar 2-4kg adalah benda yang sudah tidak asing lagi. Stay di tenda itu adalah salah satu momen paling menyenangkan ketika melakukan pendakian. Namun hal itu berubah 180kalo tenda yang digunakan rusak ditambah cuaca yang buruk. Misalnya pas hujan deras, terus air menyerap ke dalam tenda, belom lagi kalo tendanya bocor, dan bagian dalam tenda menjadi basah. Aduuuh, engga enak banget ga sih..Saya sendiri masih ingat ketika memasang tenda di Gunung Kerinci pada pukul 8 malam, selain gelap, anginnya sangat kencang dan dinginnya agak lebay. Beberapa kali flysheet dan tenda terbawa angin .

Nah di Kinabalu ini memang sengaja dilarang mendirikan tenda. Sehingga, mau tidak mau semua pendaki harus tidur di sebuah dormitory yang disediakan. Hal ini cukup unik karena Kinabalu sendiri merupakan gunung tropis, jadi pendaki tidak membutuhkan aklimatisasi.  Udah tidur di kasur, pake selimut pula ditambah bisa sambil ngecharge gadget. Cukup asyikkan!




Resthouse di Ketinggian 3.000 m dpl

Pernah enggak ketika lagi capek-capeknya ngebayangin buat makan enak pas di puncak atau ngidam sesuatu setelah pendakian? ngebayangin ada
Nah resthouse ini berguna sebagai tempat makan prasmanan yang disediakan pengelola, tempat tidur para pendaki (ada yang ditempat ini, ada juga yang ditempat lain), restoran, dan tempat berkumpul sesama pendaki dan guide.

Disini kita juga bisa membeli makanan, minuman atau benda lainnya. Hanya saja harganya cenderung mahal. Kenapa harganya mahal? pertama ini satu-satunya tempat yang jual makanan, kedua, ngangkutnya pakai porter bray...















Colokan dan Sinyal internet
Nah mungkin Kinabalu menjadi gunung surga bagi kalian yang eksis di Social Media. Kenapa? karena disini kalian dimanjain dengan kuatnya sinyal handphone, saking kuatnya kalian ga cuma bisa telpon telponan, tetapi juga bisa mengakses internet dari ketinggian tiga ribuan.
Hanya saja cuma satu kekurangannya, tidak adanya sinyal wifi gratis disini. Tapi kebayang sih kalo ada sinyal wifi disini. Pasti orang-orang jadi engga asyik dan sibuk sendiri.


Dapat sertifikat dan medali!
Setiap pendaki yang akan melakukan pendakian Gunung Kinabalu akan mendapatkan ID. Selain digunakan sebagai pengenal dan penukaran kunci penginapan, ID ini juga berlaku sebagai souvenir. Di kartu ID ini terdapat nama, tanggal pendakian dan kode (yang dimengerti oleh guide dan pihak pengelola). Lumayan kerenkan! hehehe... Ga cuma ID card, pendaki juga bisa mendapatkan sertifikat dan medali sebagai souvernir. Untuk mendapatkan sertifikat, kita harus membayar 10MYR, sedangkan untuk Medali adalah 25MYR. Sertifikat ini bisa jadi kenang-kenangan kamu, kelak nanti kamu bisa pamer ke istri atau ke anak kamu. "nak, waktu muda ayah pernah mendaki gunung ini lho.. *kalo sekarang mah udah jompo"hahahaha...




Ada tempat sampah dan toilet dimana-mana
Pernah liat tumpukan sampah di kandang badak? atau kotoran manusia yang berserakan di ranu kumbolo? Bahkan engga banyak diantara kalian, khususnya yang baru pertama kali melakukan pendakian gunung, bingung kalo mau buang air besar. Gimana engga, toh toiletnya kadang ada kadang engga. Yang paling nyebelin itu kalo ngeliat toilet, terus banyak ranjau yang berkeliaran disana akibat perilaku manusianya yang engga lebih baik daripada binatang. *Maaf kalo kasar bahasanya.
Begitu juga hal dengan sampah, pendaki seharusnya membawa plastik sampah sebagai tempat pembuangan sampah pribadi. Nantinya plastik tersebut bisa dibuang ketika selesai melakukan pendakian. Emang sih nambah berat, tapi inikan soal tanggung jawab.
Nah, untungnya di Gunung Kinabalu ini terdapat tempat sampah dan toilet yang cukup bersih di tiap posnya. Tiap toilet terdapat kloset duduk dan air yang mencukupi. Jadinya pendaki bisa melakukan ritual dan membuang sampah pada tempatnya. Saya pribadi merasa fasilitas ini sangat diperlukan di gunung-gunung Indonesia, melihat selama ini kebersihannya selalu miris.














Tertib dan Informatif
Selain dilarang menggunakan tenda dan diharuskan memiliki izin pendakian, sistem pendakian di Kinabalu sangatlah tertib. Pendaki diharuskan mendaftar terlebih dahulu dari jauh-jauh hari dan memilih paket pendakian yang diinginkan. Terdapat paket 2 hari dan 3 hari. Setelah itu pendaki dilarang menambah hari. Pendakian juga harus dimulai dari jam 8-10 pada hari pertama dan harus tiba di Laban Rata pada hari yang sama. Sedangkan pendakian menuju puncak juga dilakukan pada pukul 01.30 -2 pagi secara serempak. 
Selain itu, para pendaki juga bisa melihat informasi yang terpampang di dinding pada tiap pos. Di poster tersebut terdapat informasi-informasi mengenai Gunung Kinabalu.




Pemandangan Gunung yang KEREN!

Kalo yang satu ini, biarkan foto-foto dibawah ini yang berbicara..
Dead or alive, between Laban Rata and Low's Peak. Taken by @sufihm camera #naikgunung #hiking #gunung #trip #outdoor #vacation #trekking #travel #mountain #kinabalu #borneo #Jalan2man #indonesianrepost #lifefolkindonesia #kakisamson
A photo posted by riky ramadani (@rikybhonksky) on


















Indonesian flag on the top of Borneo, Low's Peak! 4.095m 
A photo posted by riky ramadani (@rikybhonksky) on
Tanpa menutup mata, saya mengakui bahwa pengelolaan Taman Nasional (Gunung) di Malaysia jauh didepan IndonesiaBiar bagaimanapun tujuan saya menulis ini bukan untuk menjelek-jelekan gunung di Indonesia dan memuja gunung di Indonesia. Tujuan perjalanan adalah bukan hanya senang-senang, tapi juga pembelajaran. Sejujurnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang jauh lebih mumpuni dibandingkan Malaysia, hanya saja pengelolaan kita masih jauh dibelakang mereka. Semoga pengelolaan taman nasional di Indonesia menjadi jauh lebih baik, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi orang banyak, tidak hanya pengunjung, tetapi juga masyarakat sekitar dan negara tersebut.

Salam pendaki


Baca juga : Cara Mendaki Gunung Kinabalu dengan Murah

Labels: , , , , ,