Monday, May 20, 2013

Monday, May 20, 2013
Akhirnya gw menyentuhkan kaki di perbatasan Kamboja, namun hal ini tidak seindah yang gw bayangkan. Gw mendapatkan musibah yang cukup menyebalkan, yaitu "KAMERA GW RUSAK!!". Alhasil gw hanya bisa menggunakan kamera handphone sebagai gantinya..kabar baiknya, kamera gw ini masih bisa merekam video.


Setelah itu gw memasuki kantor imigrasi yang terletak di kota Poipet. Ternyata benar kata orang-orang kalo Poipet itu tempat terkorup seantero Kamboja (ditambah PnomPenh pstinya). Gw ngomong gini emang di tempat ini bau korupnya sangat terasa, banyak scam, orang-orang opportunis, khususnya orang-orang yang belagak baik padahal ada udang dibalik batu. Hal yang mengejutkan gw adalah di Poipet ini terdapat kasino yang besar, dan ini ada juga dii perbatasan Kamboja dengan Vietnam. Di tempat ini pun gw agak khawatir, soalnya gw sendiri tidak memegang mata uang USD yang notabene menjadi mata uang resmi di negara Kamboja. Yang gw khawatirkan adalah orang-orang akan menolak uang selain Dollar, disatu sisi rate Dollar dengan mata uang lain akan anjlok..penipuan kapitalis klasik...

Hal ini sudah terasa begitu memasuki perbatasan Thailand, dari Aranyaphratet ke Poipet sebenarnya bisa ditempuh dengan jalan kaki, dan gw membuktikannya. Akan tetapi orang-orang akan mendatangi anda dengan segera, alasannyapun bermacam-macam mulai dari menawarkan trasnportasi hingga visa. Berhubung gw orang Indonesia yang tidak membutuhkan visa, gwpun tidak memperdulikan hal tersebut.

Ketika gw mengantripun gw sempat terpikir kalo petugas imigrasi jangan-jangan akan meminta pungutan liar. Kebetulan ketika mengantri didepan gw ada 3 orang berwajah latin. lalu disamping gw ada seorang wanita latin yang berbicara dengannya. Berhubung gw cuma seorang diri gw pun langsung sok akrab dengan bahasa Spanyol gw yang pas-pasan. ternyata seorang wanita latin itu berasal dari Kolombia. Selain berbahasa native Spanyol dia juga berbahasa Inggris dengan fasih, dia udah sering bolak balik kamboja untuk travelling. terus dia juga ngasih tau gw kalo tarif dari poipet sekitar 10USD untuk taxi dengan 4 orang (40 dibagi 4) lalu 8 USD untuk bus. Info ini sama banget dengan info yang gw baca di internet. Lalu dia juga bilang kalo disekitar kantor imigrasi ada money changer. (syukurlah, info ini benar-benar beda dengan info yang gw baca di internet kalo money changer di Poipet sangat tidak reccomended). Sedangkan 3 orang latin yang didepan gw  adalah gerombolan dari Chile yang terdiri dari 2 laki-laki dan 1 perempuan. ketiga-tiganya memiliki bahasa Inggris yang sangat pas-pasan, sehingga kitapun berkomunikasi dengan bahasa Spanyol (meski bahasa Apanyol gw belepotan). Akhirnya gw mendapatkan kesempatan berkomunikasi dengan bahasa Spanyol setelah backpacking selama 2 bulan.

Setelah mendapatkan cap visa selama 30 hari di Kamboja, gwpun langsung keluar dari ruangan imigrasi. Hal pertama yang ada di benak gw adalah menukarkan USD dan mendapatkan transportasi menuju Siem Reap. Entah menggunakan bus ataupun taxi. Betapa beruntungnya gw, begitu keluar dari ruangan tersebut seorang bule menwarkan gw untung join taxi. Harga taxi dari Poipet menuju Siem Reap berhasil ditawar hingga 40 USD, jika di bagi rata dengan 4 orang menjadi 10 USD. Hanya beda 2USD dibandingkan bus, namun jauh lebih cepat, nyaman dan aman. Sedangkan untuk naik Pasangan bule suami istri ini ternyata berasal dari Australia dan ini bukan kali pertama untuk mereka menginjakan kaki di negeri  Angkor tersebut. Berhubung kami hanya bertiga, maka kami harus mencari 1 orang tambahan agar menjadi murah. Ketika si bule mencari tambahan orang, gwpun menyempatkan diri untuk mencari money changer. Dan tak disangka gw mendapatkan money changer dengan rate yang cukup baik, apalagi untuk ukuran daerah perbatasan yang cenderung harganya opportunis. Akhirnya kami mendapatkan bahwa kami hanya bertiga menuju Siem Reap dengan taxi. Alhamdulillah gw hanya dibolehkan membayar 10USD kata si bule, alasannya karena gw diajak mereka, jadi ini udah tanggung jawab mereka kalo seandainya hanya bertiga. Ketika membayar kita diantar ke sebuah taxi yang ternyata taxinya seperti mobil pribadi, tanpa brand, merk ataupun tulisan taxi. Dan gw melihat dengan mata gw sendiri kalo si tukang taxi membayar 10USD untuk si calo. Terlalu besar menurut gw, SEPEREMPAT HARGA!!!

Perjalanan di Poipet menuju Siem Reap kira-kira menempuh waktu 3 jam. Jalanannya pun cukup baik dan lancar, konon jalan ini baru diperhalus 2 tahun lalu dikarenakan banyakanya turis yang melewati jalanan tersebut, Sebelumnya jalanan ini bolong-bolong dan tidak rata, katanya lho..Selain itu terlihat bahwa disepanjang jalan tersebut sangat jarang adanya mobil. Benar-benar pengalaman baru yang yang menarik. Ternyata perjalanan ini tidak sehoror yang dibayangkan. Setelah 3 jam perjalanan kitapun tiba di Siem Reap, dan turun di suatu hotel. Kebetulan hotel tersebut adalah hotel yang sudah dibooking oleh pasangan Aussie tersebut. Namun gw ga keberatan berhubung gw cuma membayar 10USD dan mereka berdua 30USD. Dan tak disangka gw bertemu lagi dengan rombongan Chile di pekarangan hotel tersebut. Ternyata si trio Chile tersebut belum menemukan hotel yang cocok untuk mereka. Akhirnya kita berempat mencari penginapan yang murah, bahkan tak jarang gw menjadi translator atau perantara mereka.Seakan akan gw bagaikan tour guide bagi mereka, karena mereka tepat berjalan dibelakang gw kemanapun gw pergi. Gw sendiri sudah berniat akan menginap di sebuah penginapan yang terletak disekitar Pub Street, entah apa nama  penginapan, gw belum tahu. Tiga hal yang gw tahu adalah 1. Siem Reap itu kota kecil. 2. Pub street itu sangat terkenal di Siem Reap hingga siapapun tahu 3. Jarak Pub street dari hotel tersebut hanyalah 5-10 menit dengan berjalan kaki.Setelah berjalan kesana kemari sambil bertanya orang sekitar dan harga hotel ketika melewatinya, akhirnya kami menemukan Pub Street. Kira-kira sekitar jam setengah 6, terlihat bahwa penduduk sekitar sedang mempersiapkan dagangan ataupun usaha mereka untuk nanti malam. "Pasti ini akan menjadi atraksi yang hebat dimalam hari", itulah yang berada di benak pikiran gw.

Begitu tiba di Pub Street, kamipun langsung mencari sebuah gang. Karena dimana ada gang, disitu ada penginapan murah. Kamipun menemukan penginapan yang seharga 12USD untuk 3 orang, dan cocok untuk grup Chile. Merekapun setuju untuk stay disana. Gw masih bersikeras mencari penginapan yang lebih murah (karena gw cuma travelling sendiri, sangat disayangkan jika menggunakan kamar single atau twin untuk akomodasi). Setelah bertanya-tanya. Gw mendapat info bahwa ada yang murah disekitar hotel tersebut. Tidak jauh berjalan, kira-kira kurang dari 500meter,
akhirnya tiba di penginapan yang yang namanya tidak asing di kepala gw yaitu.....
GARDEN VILLAGE !



*Foto-foto yang gw cantumkan adalah foto yang gw ambil lewat google. Sedangkan video tersebut hasil dari kamera pribadi gw. Hal ini disebabkan kamera gw yang rusak, sehingga gw tidak bisa mengambil foto-foto.

Daftar Harga 
(Kurs 1 USD= 8000 Cambodian Riel= 30 Thailand Bath, 1 Bath=330 Rupiah), Maret 2013
Van  (Bangkok (Victoria Monument) - Aranyaphratet) 3,5 hours     230 THB
Tuk-tuk (Aranyaphratet- Border)                                              30-50 bath (Jalan kaki bisa, tidak jauh)
Poipet- Siem Reap (Taxi) 3-4hours                                           40 USD ( bisa share 4 orang)]
Poipet- Siem Reap (Bus)  3.5-5hours                                        8 USD
Tuk-tuk around Siem Reap                                                        1-2 USD


Lihat juga cerita seru lainnya di Siem Reap !
Sisi lain dari Siem Reap

0 komentar:

Post a Comment