Thursday, May 16, 2013

Thursday, May 16, 2013
Nah berhubung izin visa Thailand gw tersisa kurang dari dua minggu, ditambah hari Minggu ini merupakan hari minggu terakhir gw di Thailand, gw memutuskan untuk mengunjungi Pasar yang merupakan ikon Bangkok sekaligus Thailand. Sebenarnya gw ingin mengunjungi pasar ini sejak tahun lalu, namun apadaya baru sempat ketika pada kunjungan gw yang kali kedua. Begitu gw tiba di stasiun Mo Chit, awalnya gw pikir pasar Cathucak itu pasar kaget dipinggir jalan macam pasar kaget. Pasar pinggir jalan itupun kebanyakan menjual asesoris, baju dan headset. Namun ketika gw terlusuri pasar tersebut selama 5-10 menit gw baru sadar bahwa Pasar Cathucak ini terletak di sebuah area seperti komplek, dan ukurannyapun cukup LEBAAAY.....


Sejujurnya luasnya Pasar Cathucak ini bukan hanya isapan jempol. Benar-benar diluar ekspektasi gw. Ternyata pasar Cathucak adalah pasar terbesar di Asia Tenggara. Bahkan ukurannya melebihi pasar kaget di Chiang Mai. Bayangin aja 35 hektar, lebih besar dari kampus ITB yang 30 hektar. Udah gitu ya, menurut data yang gw dapat kalo di pasar ini terdapat lebih dari 15.000 kios dan setiap kunjungan per harinya rata-rata mencapai lebih dari 200 ribu orang. Padahal kalo dipikir ini pasar cuma buka pas weekend, kebayang kalo buka tiap hari kayak apa.ckckck....

Untuk menuju pasar Chatuchak ini kalian bisa menggunakan MRT, BTS Skytrain, dan Taksi. Sebenarnya paling gampang dengan naik BTS Skytrain Shukumvit Line, dari situ kita bisa turun di stasiun Mo Chit, atau dengan MRT turun di Cathucak Park. Dari kedua tempat tersebut, pasar dapat dijangkau dengan jalan kaki skitar 5-10 menit. Gw tidak merekomendasikan pake tuk-tuk, kecuali kalo memang mau yang lebih mahal.hehe..Kalo mau gratis tanpa bayar bisa juga, caranya dengan menggunakan Bus yang bergaris merah panjang (berhubung gw ga tau cara membacanya), kalo ga salah nomor 3.

Di pasar Chatuchak ini menjual bermacam-macam barang. Mulai dari fashion, tekstil, kerajinan tangan, lukisan, ukiran, perlengkapan rumah, buku-buku, makanan, minuman, barang antik, dekorasi rumah sampai ikan tawar, ikan laut dan burung dijual. Bukan cuma lengkap, tapi harga-harga yang tersedia cukup murah, udah gitu bisa ditawar pula! Jangan ragu-ragu untuk menawar lebih dari setengah harga. SWEAR!

Di pasar ini gw hanya sempat  membeli 2 buah kaos dan 1 lukisan kopi yang menyerupai peta jaman dulu. sebenarnya ini bukan karena waktunya yang tidak sempat, melainkan uangnya.hehe.. Harga  kaos yang gw beli harganya cukup murah, hanya 100 THB (sekitar 33 ribu, rate February 2013). Sebenarnya terdapat baju-baju yang lebih bagus, harganya sekitar 200-250 THB, namun kalo dilihat dari segi kualitasnya harga tersebut tetap murah.
Lukisan kopi yang gw beli sendiri harganya seinget gw sekitar 350 THB, namun ternyata barang tersebut dapat ditawar hingga 250 THB. Kalo tau begini gw akan menawar jauh lebih murah!

Disini pengunjung akan dimanjakan dengan barang murah dan tidak perlu khawatir ketika mabuk belanja hingga kehabisan uang Baht. Disini terdapat banyak spot ATM, dan cukup mudah ditemukan. Silahkan lihat dipeta apabila tersasar.hehe..

Sejujurnya pasar ini cukup homy untuk ukuran pasar tradisional, sebagai pengunjung setidaknya kita bisa berleha-leha ditengah ataupun di food court yang terletak ditengah-tengah pasar tersebut. Suasananya rindang, asri dan tenang. Cukup pas untuk berdiskusi dan ngopi-ngopi sejenak.Hal-hal yang mengesankan lainnya adalah ketika memasuki kawasan kesenian, disini kita dapat melihat karya seni baik traditional, modern, ataupun gabungan keduanya. Ketika memasuki kawasan tersebut, kalian akan merasakan nuansa seni yang cukup kental, seperti memasuki art space atau galeri. Hanya saja dalam sebuah pasar. Selain terdapat lukisan-lukisan yang indah, terdapat pula gambar-gambar tokoh dengan quotenya masing-masing. Menurut gw ini cukup kreatif mengingat tidaklah sulit untuk membuatnya, mungkin bisnis ini akan muncul di Jakarta dalam waktu dekat.

Kehebohan yang gw rasakan tidak hanya sampai disitu. Kehebohan itu bermula ketika gw memasuki kawasan ikan hias. Awalnya gw melihat banyak ikan cupang yang dijual di kios-kios pinggiran gang. Ikan cupang ini cukup bagus, semakin gw berjalan kedalam kawaasan tersebut gw dikejutkan oleh ikan laut yang didalam plastik. Ikan hias laut dijual dalam plastik! gw emang ga sempet nanya harganya sih, namun kalo di Indnesia itu bukan ikan murah.. Namun itu bukan sebrapa begitu gw melihat lobster dalam plastik.hahaa..gila nih penjual, lobster ditaruh dalam plastik. Puncak keheranan gw terjadi ketika gw melihat ikan pari (manta) dijual dalam kantong plastik. Ini baru fenomenal! (entah mungkin gw yang norak, entahlah...)













Setelah puas berkeliling dan belanja (sedikit) di pasar Cathucak, gwpun menuju taman yang letaknya tepat berdekatan dengan pasar bertebut. Nama tamannya pun Cathucak Park, disini kita bisa melepas jenuh dan relaks. Fasilitasnya pun bervariasi ada wahana bermain untuk anak-anak, penyewaan tikar, bahkan terdapat perahu apabila kalian tertarik untuk menjelajahi danau kecil yang terletak ditengah-tengah taman tersebut. Suasana yang ditawarkan sangat cocok untuk berleha-leha sejenak setelah lelah berkeliling pasar Cathucak.




0 komentar:

Post a Comment