Sunday, January 06, 2013

Sunday, January 06, 2013
Sejujurnya gw agak kesel kalo mendengar ocehan orang -orang yang ga tahu soal sesuatu, tapi merasa sok tahu seakan-akan dia adalah pakat dalam hal tersebut. Sabelotodo! (umpatan dalam bahasa Spanyol yang biasa diucapkan orang Amerika Latin dan Spanyol, berarti sok tahu!). Terlebih kalo yang mereka omongin adalah soal bodybuilding atau binaraga. Sayangnya terjadi perubahan makna dalam bahasa Indonesia dimana mereka mengira binaraga adalah orang yang sudah tahap atlet (dimana badannya besar-besar seperti Arnold Schwarzenegger) sedangkan bodybuilding digantikan dengan kata fitness. Padahal fitness sendiri secara literatur artinya adalah kebugaran. Bukan begitu?
Akibat ocehan orang yang ga tau inilah yang berbagai persepsi baru  bermunculan. Padahal banyak dari persepi-persepsi ini adalah sebuah mitos. Karena mayoritas awam asal ngomong tanpa landasan ilmiah yang valid. Mungkin ini seperti pseudoscience dalam bidang olahraga. 
Kenyataannya orang-orang yang telah melakukan latihan hingga mendapatkan badan besar tidak mendapatkan badannya dengan instan, mereka telah tekun melakukan work hard n work smart secara bersamaan. Karena selain latihan yang tekun, seseorang tersebut harus mempelajari gerakan, anatomi tubuh, gizi, gaya hidup dan mungkin memasak! Setelah mempelajarinya sudah barang tentu mempraktekannya. Saya sendiri sudah mengenal bodybuilding sejak 2007 dan mempelajarinya dari banyak sumber, mulai dari ebook, buku, kaskus (pada saat itu masih berupa 1 thread) hingga bodybuilding.com. Jika memang seandainya itu salah, mungkin sudah tidak ada orang-orang yang menjadi personal trainer, apalagi menggunakanya. Karena itu adalah hal yang bodoh. Untuk apa membayar mahal-mahal untuk sesuatu yang tidak ada gunanya?bukankah begitu?

Disini saya mau meluruskan mitos-mitos mengenai angkat barbel aka bodybulding yang sudah tidak asing di kuping pembaca sekalian..




Ade Rai :"lu pikir gampang bikin badan kayak gini?"

Fitness dapat menyebabkan otot cepat gede dengan instan
Kenyataannya: bodybuilding memang salah satu jenis olahraga yang paling cepat dalam melatih otot, namun bukan berarti instan. Seseorang harus melatih ototnya dengan tekun dan keras (maksudnya mengetahui kapasitasnya dalam mengangkat beban), selain itu pola makan dan tidur juga sangat berperan sangat penting dalam hal ini).

Fitness dapat menyebabkan tubuh menjadi pendek
Kenyataannya : Bodybuilding tidak dapat membuat tubuh menjadi pendek, maupun menjadi tinggi. Seandainya hal ini berlaku bisa dibayangkan berapa kilogram beban yang diangkat orang tersebut? Umur yang diperbolehkan memulai bodybuilding ini mulai umur 15 tahun. Kalo seandainya masih ga percaya, silahkan buka bodybuilding.com di bagian bodyspace. Disitu bisa dilihat orang-orang yang melakukan olahraga ini, bahkan dari sebelum berumur 17 tahun. Dan tidak ada yang komplen soal ini. Bukti lain, liat aja bule-bule berotot yang ada  di film, kebanyakan  masih tetap tinggikan? karena tinggi badan ini soal gen.

Kalau berhenti melakukan fitness akan menjadi kendor dan jelek
Kenyataannya: badannya kendor itu bukan disebabkan fitness, melainkan ototnya tidak tumbuh lagi karena berhenti ditambah pola makan yang banyak. Karena biasanya orang akan makan lebih banyak ketika nge-gym, sayangnya hal ini tidak dikurangi setelah berhenti ngegym. Padahal hal ini tidak jauh beda dengan orang yang gendut karena banyak makan. Bahkan yang berhenti masih lebih baik karena masih menyisakan bentuk, kekuatan otot dan "muscle memory".

Anda tidak bisa menambah ukuran otot apabila berumur 40 tahun
Jason Statham
Kenyataannya : Ini salah total, pernah liat Sylvester Stallone dalam film Rocky Balboa? Diumur berapa dia syuting? atau film expendable II, masih besarkan badannya? Dia sudah berumur 60an lho..Ga usah jauh-jauh deh, Jason Statham aja yang sudah menginjak 45an masih punya badan keren.

Meski begitu, mitos-mitos ini tidak hanya untuk orang awam. Bahkan setelah orang melakukan kegiatan ini tetap akan mendengar mitos sepert berikut..


Wanita tidak seharusnya melakukan angkat beban
Kenyataannya : Penyebab ini disebabkan rasa takut menjadi besar dan berotot seperti lelaki. Padahal hal itu tidak mungkin didapatkan, karena wantia hanya memiliki 1/16 hormon testosteron dari lelaki. Yang mereka lihat diajang kontes itu karena menggunakan  steroid.

tanpa steroid tidak akan wanita berotot seperti lelaki, justru seperti inilah hasilnya
Semakin kenceng lari semakn banyak lemak yang  dibakar
Kenyataannya : Semakin anda lari dengan kencang,heart rate anda akan naik. Hasilnya  anda aan melatih jantung anda, bukan membakar lemak. Untuk membakar lemak efektifnya dibutuhkan 65% dari max rate dan untuk kardio sekitar 80%.

Semakin banyak sit up semakin mudah dapat sixpack atau lari
Kenyataannya: Walaupun anda melakukan 1juta sit up hal ini tidak akan didapat apabila anda tidak melakukan kardio. Karena sit up hanya menguatkan otot perut sedangkan six pack bisa didapat apabila lemak dperut berkurang. Sungguh hal yang berbeda.
Anda harus melakukan sit up setiap hari agar sixpack atau rata
Kenyataannya: hampir sama dengan penjelasan data

Melakukan kardio sebelum angkat beban akan membuat mempercepat otot lebih "jadi"
Kenyataannya : Kalo anda lari/treadmill sebelum mengangkat beban, anda akan lelah terlebih dahulu. Karena yang anda butuhan adalah otot, bukan bakar lemak

Diet menahan lapar adalah cara terbaik mengurangi lemak
Kenyataannya : Ketika anda mengikuti program diet menahan lapar, hasil yang anda dapatkan adalah bertambahnya lemak. Awalnya sebagian lemak akan hilang, tapi begitu orang tersebut melakukan diet sepert biasa lemak itu akan kembali dan (mungkin) bertambah. Dalam beberapa kasus, lemak yang didapat lebih banyak diakibatkan dari perlambatan metabolisme. Selain itu, selama diet menahan lapar, akan ada banyak otot yang hilang dan menjadi lemas, sehingga menyulitkan untuk berlatih

Definisi otot muncul karena melakukan latihan dengan beban ringan dan banyak repetisi
Kenyataannya : Definisi otot dapat terlihat apabila lemak sedikit,dan ini bisa dicapai dengan pola makan dan kardio. Tidak ada hubungan dengan banyak reps.

Otot besar setara dengan otot kuat
Kenyataannya: Otot besar memang biasanya kuat, namun bukan berarti berbanding lurus. Ada perbedaan anatara latihan untuk membuat otot menjad besar dan lathan untu memperkuat otot. Perbedaan fisik dan kekuatan bisa dilihat dengan memperbandingkan atlet angkat besi dengan binaraga. Sungguh berbeda bukan?

Semakin banyak berlatih selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan otot
Kenyataanya: Melatih setiap kelompok otot terlalu banyak kali seminggu dapat menyebabkan overtraining dan kerugian dalam otot. 
Jika Anda berada dalam keadaan overtraining, Anda harus membiarkan tubuh Anda pulih untuk beberapa waktu sebelum kembali ke latihan rutin, agar tubuh andasembuh sepenuhnya dan kembalinormal. Dalam keadaan overtraining dan tubuh Anda menyebabkan beberapa gejala, misalnya:

* Penurunan otot
* Penurunan kekuatan
* Peningkatan kelelahan
* Peningkatan risiko cedera
* Penurunan nafsu makan
* Gangguan pada sistem saraf dan kekebalan pusat

Hal ini terjadi selama periode pemulihan otot, sehingga tidak memungkinkan cukup waktu untuk memulihkan pertumbuhan otot dan bisa berakibat pada hilangnya otot, bersamaan dengan banyak gejala yang disebutkan di atas.


Sebenarnya masih banyak mitos- mitos yang bertebaran mengena bodybuilding, gw harap tulisan ini dapat merubah persepsi pembaca dan sukur-sukur kalo menjadi tertarik dalam olahraga ini. Kalo kata nike sih : JUST DO IT!
yuk ngegym bareng aku!

0 komentar:

Post a Comment