Wednesday, January 02, 2013

Wednesday, January 02, 2013
Ok, gw akan melanjutkan post gw sebelomnya yang mengenai malam pergantian tahun. Kebetulan tahun ini gw merayakan tahun baru di Bekasi, tepatnya di rumah om gw (yang seharusnya gw panggil pakde, mengingat beliau adalah kakak dari nyokap gw). Sebelumnya gw punya rencana untuk naik Gunung Gede untuk merasakan suasana malam pergantian tahun disana, namun berhubung nyokap gw kurang mengijinkan dan ternyata gunung tesebut ditutup pada tanggal 1 januari maka gw urungkan niat tersebut. Bahkan ajakan untuk travelling ke dieng pun gw tolak.

Meski begitu gw cukup beruntung untuk menghabiskan waktu dengan keluarga besar gw. Ya, keluarga besar karena keluarga ini terdiri 50-60 orang. Keluarga ini terdiri dari sekitar 9-11 keluarga (gw kurang tau jumlah pastinya). Keluarga ini berasal dari keluarga nyokap gw, nyokap gw adalah salah satu dari 7 bersaudara, dan satu saudara bisa memiliki sekitar 5 orang, belum lagi ditambah mbah-mbah (kakek nenek dalam bahasa jawa) gw yang notabene adalah om dan tante dari nyokap gw, serta dari keluarga dari sepupu nyokap gw tersebut. 
Selain itu umurnya pun beragam, dari yang tingkatan om tante hingga sepupu-sepupu gw yang masih kecil. Kebetulan gw termasuk tua diantara keponakan ini  dan hanya ada 2 orang yang berada di range umur gw. sedangkan sepupu gw lainnya masih pada SD. Jadi bisa dibayangkan situasinya. Selain itu juga terdapat keponakan gw satu-satunya yang merupakan cicit satu-satunya bagi mbah gw. Hangatnya kebersamaan ini semakin dapat dirasa ketika terlihatnya para bapak-bapak yang ngobrol mengenai politik, keadaan jakarta dan keluarga. Lalu para ibu-ibu yang sangat getol bergosip ria, serta anak-anak yang sibuk memainkan panggangan untuk barbequan dan juga kembang api untuk tahun baru. Selain itu juga terdapat beberapa orang yang sangat serius menonton televisi. Begitulah kehangatan keluarga ini. 

Begitu waktu mendekati waktu 0:0. Para bocah ini melakukan aktifitas yang menarik, yaitu permainan kembang api. Terdapat berbagai macam kembang api, dari yang kecil yang hanya dimainkan oleh anak kecil. Lalu sedang, yang berbentuk panjang dan berukuran sekitar 50cm, kembang api ini biasanya mengeluarkan dentuman sekitar 8-10 kali dan mengeluarkan motif yang indah di langit. Dan terakhir adalah yang berukuran besar, yaitu kembang api yang harus diletakan di tanah. Biasanya kembang api ini menggunakan wadah yang diletakan ditanah. Setelah itu tanah tersebut ditahan menggunakan batu, untuk menahan guncangan kembang api tersebut. Kebetulan kembang api yang ada di rumah tersebut adalah jenis yang hanya mengeluarkan satu dentuman dalam satu petasan. Sedangkan motif dan warnanya pun bermacam-macam, ada yang dari lingkaran, berputar hingga motif yang random. Sungguh indah, ditambah dengan teriakan-teriakan bocah yang menambah histeris malam pergantian malam tersebut.

Setelah kegiatan itu selesai, sebagian dari kami pergi ke kamar masing-masing untuk tidur. Lalu terpikirkan pula oleh gw mengenai tahun 2013 ini. mulai dari resolusi, rencana dan lainnya. Karena di tahun ini pula gw meninggalkan kota Bandung berhubung gw telah melepas gelar mahasiswa di akhir tahun 2012.

Akan menetap dimanakah gw di tahun 2013?
Bagaimana kehidupan gw di tahun ini?
Kejutan apa yang akan terjadi di tahun ini?

Semoga tahun ini bukan tahun terakhir gw hidup, karena gw masih merasa hidup gw belom bermanfaat hidup bagi orang lain. Semoga terjadi perubahan signifkan...

0 komentar:

Post a Comment