Thursday, January 10, 2013

Thursday, January 10, 2013
Sebelumnya gw sangat jarang gw menulis blog pada dini hari. Yah, bisa dibilang ini pertama kalinya gw menulis pada dini hari untuk diposkan segera. Kekhawatiran gw tidak dapat menulis pada malam hari inilah yang mengharuskan gw menulis terlebih dahulu. Sekarang gw akan menceritakan apa yang telah dan akan terjadi di hari ini.

Hari ini, sebelum gw menulis blog ini pada tepatnya. Hal yang telah gw lakukan adalah packing untuk keberangkatan gw nanti siang, setelah sholat jumat. Packing yang gw lakukan sebenarnya ga beda jauh dengan standard packing yang bisa gw lakukan pada saat mau naik gunung. Bedanya gw tidak membawa sleeping bag, makanan dan jaket, melainkan membawa souvenir, booklet dan dokumen-dokumen perjalanan yang jumlahnya lebih banyak dari biasanya. Pada kali inipun gw tidak menggunakan koper melainkan ransel yang biasa disebut carrier. Carrier inilah yang membuat penggunanya mendapatkan sebutan backpacker. Sejujurnya gw sendiri lebih senang menggunakan ransel ini dibandingkan koper.

Itu adalah kegiatan yang telah gw lakukan, yaitu packing. Selanjutnya adalah berangkat sehabis sholat Jumat. Rencananya gw akan menggunakan bus damri dan berharap akan tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 3- setengah 4. Selanjutnya saya akan menuju Penang dengan menggunakan salah satu maskapai low cost carrier (tebak sendiri, pasti tau kok). Perjalanan ini akan memakan waktu dua setengah jam. Dan kemungkinan gw akan tiba pada pukul setengah 10 kurang.

Penang adalah salah satu kota tujuan di Malaysia. Penang sendiri terkenal akan medical tourismnya. Banyak orang Indonesia datang kemari untuk berobat. Alasan mereka melakukan itu adalah biaya yang cenderung jauh lebih murah akan tetapi pelayanan lebih baik. Selain medical tourismnya penang juga memiliki heritage yang diakui UNESCO yaitu kota Georgetown. Penang juga terletak dekat dengan pulau Langkawi, pulau yang juga tempat wisata duty free. Di Langkawi, harga rokok dan minuman alkohol sangat murah karena tidak terkena pajak. Setelah tiba di airport, tempat yang akan gw tuju adalah tempat host gw yang bernama Michel. Michel sendiri adalah orang Prancis yang menetap di Penang, Malaysia. Gw mengenal dia dari komunitas couchsurfing. Kebetulan dia bersedia menjadi host di Penang. Michel tinggal di kondominium di daerah Batu Feringgi. Ternyata Michel pernah menjadi host untuk Anggie dan Benz. Anggie adalah teman gw di couchsurfing Bandung, sedangkan Benz teman sekampus gw. What a small world! Rencananya gw akan menuju Batu Feringgi dengan menggunakan bus 102 dengan menempuh waktu kurang lebih selama 2 jam.
Semoga gw tidak tersasar ataupun ketinggalan bus, karena kalo menggunakan taksi akan terkena biaya sekitar 75-80 ringgit. Damn! Amsyoong!

Itu adalah rencana gw untuk hari ini, bagaimana dengan kenyataannya? Let's see...

0 komentar:

Post a Comment