Posts

Showing posts from January, 2013

Hari ke- 16: Kereta Api dari Butterworth (Penang) ke Bangkok

Image
Akhirnya, setelah 4 hari 3 malam menjelajah pulau yang indah bernama Pulau Penang. Saya memutuskan untuk pergi ke Thailand pada tanggal 14 Januari. Sebenarnya ini sudah menunda dari yang rencana saya sebelumnya, tadinya saya hanya mau menghabiskan waktu 2 malam di penang. Cuma ternyata saya masih betah dan ingin menjelajah lagi. Berkat bantuan host saya yang sangat baik, Mic, saya mendapatkan informasi yang cukup detail darinya. #todaylastyear from Butterworth to Bangkok! #asean #travel #throwback A photo posted by riky ramadani (@rikybhonksky) on Jan 14, 2014 at 7:25am PST Seperti yang pernah saya baca sebelumnya, untuk menuju Thailand (entah itu Bangkok, Hatyai, Surat Thani, Huahin atau sebagainya) terdapat dua opsi. Pertama menggunakan bus, harganya cukup murah. Dengar-dengar sekitar 50 Malaysian Ringgit, akan tetapi transitnya sedikit membingungkan. Selain itu juga tidak ada toilet. Sedangkan kereta api harganya cenderung mahal, namun memiliki sleeping berth (temp

Hari ke 15 : The visa is killing me softly

Image
I got the new problem! Ya, lagi-lagi masalah. Semoga bisa makin mewoleskan dan mendewasakan gw. Kali ini masalah yang datang bukan soal barang rusak atau ketinggalan. Berhubung duit gw cuma sedikit, masalah ini jadi makin serius. Ini soal visa! Ya visa, dokumen/tanda sebagai izin mengunjungi suatu negara. Awalnya dari info yang gw dapatkan dari internet bahwa visa lewat darat ke Thailand hanya untuk 15hari. Gwpun berusaha mencari sumber di sumber berbeda. Hasilnya, ada yang bilang 15 hari, ada yang bilang 30 hari. Gwpun menanyakan hal ini kepada teman gw, orang Indonesia yang kuliah di Thailand. Dia berkata kalo visa lewat darat 30 hari, berdasarkan pengalamannya bahwa pernah naik bus dari Penang ke Bangkok. Gw pun percaya. Namun yang terjadi sekarang ini adalah hal tersebut benar-benar salah! Gw hanya mendapatkan lama tinggal selama 15 hari! Padahal gw harus tinggal di Thailand selama lebih dari 45 hari. Hal ini diperparah dengan keadaan duit gw yang terbatas. Sebenarnya gw tidak perl

Hari ke 13: Suddenly problem level 999

Sejujurnya gw bingung, hari ini adalah hari yang menyenangkan atau sebaliknya? Hari yang dimulai sangat baik tapi kenapa mesti diakhiri dengan peristiwa ini. Bingung juga gw mulai dari mana.. Pada pagi hari ini gw tadi mengakses internet dengan menggunakan wi fi dan itu baik-baik saja. Setidaknya gw bisa ngabarin keluarga klo gw udah nyampe. Setelah itu gw melakukan perjalanan hingga pukul 10 malam mengelilingi Georgetown, sangat menyenangkan.Tapi keadaan ini berubah 180 derajat ketika gw hendak menggunakan laptop itu sebelum tidur.tepatnya jam 12an waktu Malaysia. Sebelumnya perasaan gw langsung seketika ga enak begitu lampu laptop tiba-tiba mati sendiri. Meski begitu gw tetap positive thinking untuk menyalakan laptop tersebut. Percobaan kedua gagal,gw makin gelisah. Berhubung gw ngotot gw coba lagi hingga ketiga dan ke empat. Setelah percobaan keempat tidak berhasil, akhirnya gw cuma bisa senyum pasrah. Menatapi laptop rusak tersebut, masi dengan pikiran ga percaya kalo gadget itu

Hari ke-12: Sorry, I just posted it (Penang)

Image
Sebenarnya gw udah menulis tentang cerita ini dan itu lebih baik dibandingkan cerita yang sekarang, karena gw laptop rusak dan tulisan itu berada di dalamnya. Hal ini diperparah dengan tidak mampunya hp gw mengakses blogger.com, entah dikarenakan berat atau memang tidak bisa. Oleh sebab itu gw cuma bisa menulis di hp dan mentransfernya ke pc/ laptop untuk dipostkan. Ternyata, setelah packing sesuai rencana gw masih kekurangan barang yang menurut gw penting. Barang tersebut adalah kacamata. Kacamata ini digunakan sebagai kacamata cadangan. Gw sendiri membutuhkan cadangan karena biasanya gw menghabiskan sekitar 2-4 kacamata dalam 1 semester. Menghabiskan disini bukan berarti dimakan, melainkan rusak. Entah karena kebodohan, kecerobohan atau memang barang tersebut memang rapuh. Peristiwa inilah yang membuat orang yang memanggil gw destroyer semakin menjadi-jadi. Setelah mendapatkan kacamata dan pamit kepada keluarga dekat yang tinggal berdekatan dengan rumah gw. Gw pun sholat Jum

Hari ke-11: Today's Plan

Image
Sebelumnya gw sangat jarang gw menulis blog pada dini hari. Yah, bisa dibilang ini pertama kalinya gw menulis pada dini hari untuk diposkan segera. Kekhawatiran gw tidak dapat menulis pada malam hari inilah yang mengharuskan gw menulis terlebih dahulu. Sekarang gw akan menceritakan apa yang telah dan akan terjadi di hari ini. Hari ini, sebelum gw menulis blog ini pada tepatnya. Hal yang telah gw lakukan adalah packing untuk keberangkatan gw nanti siang, setelah sholat jumat. Packing yang gw lakukan sebenarnya ga beda jauh dengan standard packing yang bisa gw lakukan pada saat mau naik gunung. Bedanya gw tidak membawa sleeping bag, makanan dan jaket, melainkan membawa souvenir, booklet dan dokumen-dokumen perjalanan yang jumlahnya lebih banyak dari biasanya. Pada kali inipun gw tidak menggunakan koper melainkan ransel yang biasa disebut carrier. Carrier inilah yang membuat penggunanya mendapatkan sebutan backpacker. Sejujurnya gw sendiri lebih senang menggunakan ransel ini dibandin

Hari ke-10: Buenas Noches Indonesia, Hasta la Vista en Marzo!

Image
Yup, selamat malam Indonesia. Sampai ketemu di bulan kelahiranku. Bulan tersebut bernama Maret aka March aka Marzo. Mungkin ini yang gw katakan dalam hati sekarang ini.Mengapa? karena kemungkinan seandainya saya masih hidup saya akan berada di negara lain, bukan di Indonesia. Negara manakah itu? Negara itu adalah negara tetangga yang penduduknya hanya sepadan jumlah penduduk Jabodetabek, negara tersebut adalah Malaysia. Sebenarnya tujuan utama gw bukanlah negara Malaysia, melainkan negeri senyuman atau negeri gajah, Thailand. Gw akan menjalani exchange sebagai relawan untuk mengajar di rural area di negara tersebut. Pelajaran yang akan saya ajarkan kepada mereka adalah pelajaran bahasa Inggris dan kebudayaan Indonesia. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia dan juga mengenal kebudayaan mereka. Project exchange yang saya jalani bernama Sawasdee Project. Sawasdee Project diikuti oleh 120 exchange participant dan dibagi 2 periode. Periode pertama a

Hari ke-9: Pengemis aja tajir lho?

Image
Mungkin bagi sebagian besar orang pengemis adalah pekerjaan orang miskin. Stereotipe ini sudah muncul dari jaman dulu. Namun keadaannya jaman sekarang telah berubah. Pengemis jaman sekarang nyatanya tidaklah miskin dalam material. Secara fisik mereka berpakaian jelek, butut, bau bahkan jorok. Padahal kalo ditelisik ada suatu yang mencengangkan dibalik penampilan mereka. Yaitu mereka bukanlah orang yang miskin (secara finansial) meski sangat miskin (secara mental). Latar belakang saya menulis artikel soal pengemis ini adalah semakin menambahnya pengemis di Bandung. Dulu ketika saya ke bandung hingga 7 tahun yang lalu, jumlah pengemis tidak sebanyak seperti sekarang. Sangat langka menemukan lampu merah tanpa pengemis di bandung sekrang ini. Yang makin mencengangkan adalah para pengemis tersebut banyak yang bukan dari Bandung, melainkan dari lain wilayah di Jawa Barat. Mereka merantau hanya untuk menjadi pengemis. Bayangkan! Itu yang dari Bandung, yang di Jakarta lebih mencengangka

Hari ke-8: Al azar

Actualmente estoy confundido mucho, por que?  no tengo ni idea que tengo que hacer ahora aqui, en la universidad. I tratar de encontrar profesor, pero no me encontre nadie. Les necesito por el fin projecto. Me siento un mierda con este situacion. La sistema de este universidad me muere facilmente. Quiero jugar en un lugar donde no hay nadie. El lugar donde puedo dormir, creer, y jugar en seguida. Se que este imposible por ahora mismo pero creo que voy a ir a alli en cerca de ahora. Tal vez la tiempo va a venir en la proxima semana, mes o ano. Lo que hacer es creer, porque creer es poder! Muchas gracias  ambiente, tecnologia, maestros, amigos y muchas cosas para se me ensenan sobre el espanol. Finalmente puedo escribir mucho para decirlos en espanol. Diecinueve de diciembre dosmil doce jugador, destrucutor pero estudiante de la vida

Hari Ke- 7: #WOF

Image
Tiba-tiba gw mendapatkan kesempatan sebagai orang pertama yang akan dikorek informasi dari akun lomba kompetisi blog di kampus gw, yaitu STP Bandung. akun tersebut bernama  @blogenhaii dan sedang mangalami fase reborn . Yang pasti hal -hal dibawah ini gw tulis secara random karena gw juga bingung memulai dari mana...Sesi ini nantinya akan bernama Wall Of Fame atau #WOF Silahkan menikmati.. Awalnya gw mencoba daftar enhai karena iseng-iseng berhubung nunggu pengumuman itb. namun apadaya itb ga dapet, kampus yang dptpun deadlinenya udah pada angus.  pas test wawancara ga bisa ngomong bahasa inggris, ancur banget pas interview. cuma mengulang kata-kata yang sama. padahal pertanyaannya cuma "kenapa lu pilih jurusan ini?" pdsp membuat gw sixpack, beneran enam loh! tapi sayang, cuma berlangsung selama seminggu. jujur gw benci atmosfir pariwisata yang suka melarang gw tertawa terbahak-bahak dan harus greeting Masuk kelas MPP yang terdiri dari 9 lelaki dan 12 wanita.

Hari ke 6 : STP Bandung atau Enhai??

Image
Ketika orang-orang bertanya "Hei, kamu kuliah dimana?" Bagi kebanyakan orang yang sama-sama belajar dikampus yang sama dengan gw akan terpikir dua jawaban dikepala, menjawab STP Bandung atau Enhaii? Mungkin orang-orang akan bingung begitu mendengar STP Bandung..Lalu terjawablah "Enhai", padahal nama kampus tersebut sesungguhnya adalah STP Bandung. Atau mungkin pula orang akan bingung, mengapa nama kampus yang tertulis Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung itu disebut Enhai? Mengapa nama surabi yang terletak di Jl. Setiabudi itu bernama Enhai? Mungkin selintas pertanyaan itu muncuk STPB  (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung) dahulu dikenal dengan nama NHI (baca : Enhai) adalah Perguruan Tinggi kedinasan yang bernaung dibawah Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif sedang secara teknis akademis dibina oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Nah ini menjadi rebutan antara kedua kementrian tersebut. Dikenal Enhai karena NHI sendiri adalah singkatan dari National

Hari ke-5: Mitos Angkat Barbell

Image
Sejujurnya gw agak kesel kalo mendengar ocehan orang -orang yang ga tahu soal sesuatu, tapi merasa sok tahu seakan-akan dia adalah pakat dalam hal tersebut. Sabelotodo! (umpatan dalam bahasa Spanyol yang biasa diucapkan orang Amerika Latin dan Spanyol, berarti sok tahu!). Terlebih kalo yang mereka omongin adalah soal bodybuilding atau binaraga. Sayangnya terjadi perubahan makna dalam bahasa Indonesia dimana mereka mengira binaraga adalah orang yang sudah tahap atlet (dimana badannya besar-besar seperti Arnold Schwarzenegger) sedangkan bodybuilding digantikan dengan kata fitness. Padahal fitness sendiri secara literatur artinya adalah kebugaran. Bukan begitu? Akibat ocehan orang yang ga tau inilah yang berbagai persepsi baru  bermunculan. Padahal banyak dari persepi-persepsi ini adalah sebuah mitos. Karena mayoritas awam asal ngomong tanpa landasan ilmiah yang valid. Mungkin ini seperti pseudoscience dalam bidang olahraga.  Kenyataannya orang-orang yang telah melakukan latihan